Author: Hafiyyan
Bisnis.com, JAKARTA— Emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba per September 2025, seiring dengan meningkatnya Harga CPO. Manajemen pun optimistis kinerja berpotensi menanjak hingga akhir tahun.
Mengutip laporan keuangan BWPT, pendapatan usaha mencapai Rp4,19 triliun per September 2025, naik 43,12% dari sebelumnya Rp2,93 triliun. Perincian pendapatan berasal dari produk minyak kelapa sawit (CPO) Rp3,67 triliun, inti kernel Rp480,51 miliar, dan tandan buah segar (TBS) Rp44,62 miliar.
Di sisi lain, strategi efisiensi operasional membuahkan hasil. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 51,65% menjadi Rp271,44 miliar per September 2025, dari sebelumnya Rp178,99 miliar.
Direktur Utama BWPT Henderi Djunaidi menjelaskan peningkatan pendapatan hingga laba bersih per September 2025 didorong oleh kenaikan volume penjualan crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) masing-masing sebesar 17%, yang mencerminkan permintaan pasar yang tetap solid terhadap produk perseroan.
“Pencapaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi BWPT dalam mendorong efisiensi operasional di seluruh rantai produksi, sekaligus memanfaatkan momentum tren harga CPO dan kernel yang berada pada level lebih menguntungkan sepanjang 9 bulan 2025,” paparnya dalam siaran pers, Kamis (30/10).
Selain itu, penurunan tingkat utang dan beban bunga masing-masing sebesar 8% dan 13% dibandingkan tahun sebelumnya turut memperkuat struktur keuangan dan meningkatkan fleksibilitas Perseroan. Kinerja keuangan yang solid ini menunjukkan kemampuan BWPT dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penguatan fundamental.
Henderi Djunaidi menjelaskan BWPT menjaga pertumbuhan positif di tengah dinamika industri melalui disiplin operasional dan strategi jangka panjang yang menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi bisnis.
“Kinerja positif yang kami capai per kuartal III/2025 merupakan hasil dari operasional, pengelolaan sumber daya yang lebih efektif, serta konsistensi kami dalam membangun prinsip keberlanjutan di setiap lini bisnis. BWPT tidak hanya berfokus pada pertumbuhan profitabilitas, tetapi juga memastikan nilai tambah jangka panjang melalui penerapan ESG yang terukur dan bertanggung jawab,” ujar Henderi.
Ke depan, BWPT akan terus memperkuat transformasi operasional, memperluas praktik keberlanjutan, dan menciptakan pertumbuhan yang selaras bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan.
Pusat kegiatan operasional BWPT berada di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua dengan total luas lahan perkebunan yang mencapai 87.000 hectare. Total kapasitas pabrik kelapa sawit sebesar 2,4 juta ton TBS per tahun.
Sumber: Bisnis.com
Link: https://market.bisnis.com/read/20251030/94/1924788/harga-cpo-menanjak-bwpt-panen-pertumbuhan-laba#goog_rewarded