Editor: Parluhutan Situmorang.
INVESTORTRUST.ID-JAKARTA. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), emiten perkebunan kelapa sawit dan CPO milik Rajawali Corpora, optimistis membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit hingga akhir 2025. Prospek ini ditopang peningkatan volume produksi serta harga jual CPO yang stabil dengan tren naik.
Perseroan juga menargetkan rencana kuasi reorganisasi segera terealisasi. Saat ini BWPT tengah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melengkapi persyaratan aksi korporasi tersebut. Kuasi reorganisasi diharapkan mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat struktur keuangan jangka panjang.
Hingga semester I-2025, BWPT mencatat lonjakan pendapatan 38% menjadi Rp 2,77 triliun dari Rp 2,01 triliun. EBITDA naik 30% menjadi Rp 870 miliar, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat dari Rp 119,70 miliar menjadi Rp 171,88 miliar.
Manajemen menyebut tren kenaikan harga CPO global akan berlanjut, didorong permintaan untuk ketahanan pangan dan kebutuhan biofuel, sementara produksi dunia tertekan akibat lambatnya program peremajaan sawit oleh produsen besar.
“Kami yakin proyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2025 hingga tahun-tahun mendatang tetap double digit,” ujar Direktur BWPT Andrew Haryono dalam public expose insidentil via Zoom, Kamis (11/9/2025).
Terkait suspensi saham BWPT beberapa waktu lalu, CFO BWPT Choong Kamloong menjelaskan, hal itu dipicu lonjakan harga saham yang pesat dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan tersebut sejalan dengan fundamental yang solid, optimalisasi operasional, serta penurunan beban utang.
Kuasi Reorganisasi
Sementara itu, Choong Kamloong mengatakan, perseroan masih berkoordinasi dengan OJK untuk kelanjutkan kuasi reorganisasi, seperti penyempurnaan dokumen. “Kami terus berkomunikasi intensif dengan OJK untuk pelaksanaan kuasi reorganisasi dan berharap restu regulator dapat segera diperoleh,” ujarnya dalam Paparan Publik, Kamis (11/9/2025).
Kuasi reorganisasi diharapkan mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat struktur ekuitas BWPT. Dengan eliminasi saldo laba negatif Rp 4,06 triliun, perseroan dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih sehat, membuka peluang pembagian dividen, serta meningkatkan daya tarik saham BWPT di mata investor.
Selain itu, BWPT menyiapkan belanja modal (capex) tahun ini Rp 234 miliar untuk ekspansi kapasitas pabrik, proyek biogas dan biomass, serta penanaman baru dan replanting. Pada 2026, capex diproyeksikan meningkat menjadi Rp 342 miliar.
Hingga semester I-2025, BWPT mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 87 ribu hekatere dengan produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 524.709 ton. Penjualan CPO mencapai 156.086 ton hingga akhir Juni 2025. Perseroan memiliki tujuh pabrik kelapa sawit (PKS) dengan produksi mencapai 132.588 ton per semester I-2025.
Sumber : Investortrust
Link : https://industri.kontan.co.id/news/bwpt-juara-sdg-innovation-2025-kinerja-melesat-bisnis-berkelanjutan-makin-solid