Di balik etalase Waserda KJMS, ada cerita tentang perempuan-perempuan tangguh yang tumbuh bersama kesempatan. Dari berbagai wilayah operasional, mereka menjadi bukti bahwa ruang yang setara mampu membuka potensi, membangun kepercayaan diri, dan menghadirkan dampak nyata, baik bagi kehidupan pribadi maupun lingkungan kerja.
Salah satunya adalah Atika A. Dimara, petugas Waserda di Teratai Estate, Papua. Berawal dari peran di lapangan, Atika melihat Waserda sebagai peluang untuk berkembang. Tantangan sempat datang, terutama saat menghadapi perbedaan pemahaman transaksi yang masih dikelola secara manual. Namun, melalui pelatihan, penguatan komunikasi, serta dukungan digitalisasi sistem melalui aplikasi Olsera, Atika mampu beradaptasi dan berkembang. Kini, ia tidak hanya lebih percaya diri, tetapi juga merasakan peningkatan stabilitas finansial. “Saya semakin yakin bahwa perempuan memiliki ketelitian, kedisiplinan, dan kemampuan untuk mandiri, serta semakin dihargai di lingkungan kerja,” ujarnya.
Cerita serupa hadir dari Risna Afriani, Accounting Waserda di Kalimantan Selatan. Ketertarikannya untuk terlibat lebih jauh membawanya pada peran strategis, termasuk dalam pengembangan fasilitas seperti kantin dan bengkel. Dengan dukungan koordinasi lintas fungsi dan pendampingan perusahaan, Risna mampu menjalankan tanggung jawab tersebut dengan baik. “Kesempatan ini membuktikan bahwa perempuan mampu berperan penting, baik dalam pengambilan keputusan maupun implementasi di lapangan,” ungkapnya.
Bagi Atika dan Risna, Waserda bukan sekadar tempat bekerja, tetapi ruang untuk bertumbuh. Kehadiran perempuan membawa nilai tambah melalui ketelitian, komunikasi, dan semangat kolaborasi, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif. Dari sini, lahir pesan sederhana namun kuat yaitu setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberi makna





