Fahrudin Siregar, atau yang akrab disapa Pak Regar, adalah petani sawit swadaya di Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengelola kebunnya secara mandiri. Sejak 2013, kebun miliknya telah bermitra dengan PT Eagle High Plantations Tbk (EHP), dengan menyalurkan hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) ke Bangkirai Mill. Di balik kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade tersebut, terdapat komitmen kuat untuk menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan.
Sebelum menjadi petani swadaya, Pak Regar mengabdikan hampir 20 tahun kariernya sebagai Manajer Agronomi di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pengalaman tersebut membentuk keyakinannya bahwa produktivitas yang tinggi hanya dapat dicapai melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) secara konsisten.

Di kebunnya, Pak Regar menerapkan praktik budidaya yang baik mulai dari pemilihan bibit, pemupukan yang tepat, pemeliharaan tanaman, hingga panen sesuai standar. Hasilnya pun nyata. Produktivitas kebunnya mencapai sekitar 2 ton per hektare per bulan, sekaligus menunjukkan bahwa praktik budidaya yang tepat mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan kebun.
Bagi EHP, kisah Pak Regar menjadi bukti bahwa kemitraan yang dibangun bersama petani swadaya dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Melalui pendampingan, pelatihan, dan berbagi pengetahuan, EHP terus mendorong para petani mitra untuk menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menghasilkan TBS yang berkualitas, dan mendukung terwujudnya rantai pasok kelapa sawit yang berkelanjutan.




