Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Eagle High Plantations Tbk (“BWPT” atau “Perseroan”) telah memperoleh persetujuan pemegang saham atas seluruh agenda yang diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 29 Juni 2026. Salah satu keputusan strategis yang memperoleh persetujuan pemegang saham adalah pelaksanaan Kuasi Reorganisasi, sebagai langkah Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan menghasilkan laporan posisi keuangan yang lebih mencerminkan kondisi keuangan Perseroan saat ini.
Kuasi Reorganisasi merupakan aksi korporasi yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui aksi korporasi ini, Perseroan melakukan penataan kembali struktur ekuitas dengan mengeliminasi saldo defisit, tanpa mengubah jumlah aset, liabilitas, kegiatan usaha, maupun persentase kepemilikan para pemegang saham. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan struktur permodalan yang lebih sehat, meningkatkan fleksibilitas Perseroan dalam mendukung pengembangan usaha, serta memperkuat kepercayaan investor dan seluruh pemangku kepentingan.
Direktur Utama PT Eagle High Plantations Tbk, Henderi Djunaidi, mengatakan bahwa persetujuan pemegang saham atas Kuasi Reorganisasi merupakan tonggak penting dalam transformasi keuangan Perseroan.
“Persetujuan pemegang saham atas Kuasi Reorganisasi merupakan wujud kepercayaan terhadap arah strategis Perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat struktur permodalan sehingga BWPT memiliki fondasi keuangan yang semakin kokoh untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan.”
Dalam beberapa tahun terakhir, BWPT terus menunjukkan perbaikan kinerja operasional dan keuangan. Pada tahun buku 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp5,76 triliun, EBITDA sebesar Rp1,67 triliun, serta laba bersih sebesar Rp379 miliar. Rasio utang terhadap EBITDA juga terus membaik dari 4,56 kali pada tahun 2023 menjadi 3,14 kali pada tahun 2024 dan kembali turun menjadi 2,72 kali pada tahun 2025. Capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental Perseroan yang menjadi landasan penting dalam pelaksanaan Kuasi Reorganisasi.
Dengan terlaksananya Kuasi Reorganisasi, Perseroan optimistis memiliki struktur keuangan yang semakin sehat untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang, meningkatkan fleksibilitas dalam menangkap peluang bisnis, serta membuka peluang pembagian dividen di masa mendatang sesuai dengan kinerja keuangan Perseroan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.







